4 Tips Membangun Usaha Sehat untuk UMKM

Tips ini akan sangat berguna untuk anda yang ingin membuka usaha di desa / di kampung. Entah usaha rumahan atau usaha yang lebih besar. Karena saat pandemi seperti ini, gelombang PHK memang tengah menerjang dengan begitu dashyat. Banyak usaha yang tutup alias bangkrut.

Ada catatan menarik dari seorang teman di FB terkait usaha mikro, kecil dan menengah (UKM)  di tengah Pandemi Covid-19. Dia ini dulunya adalah founder tabloid wirausaha di Indonesia :

  • 57% usaha tetap berjalan, tetapi pendapatan/omzet cenderung terus menurun
  • 41% usaha benar-benar terhenti
  • 2,5% usaha relatif stabil dan cenderung ada peningkatan
  • 1% usaha mengalami lonjakan pendapatan

Semoga pandemi ini segera berlalu, sehingga roda ekonomi bisa berputar kembali.

PROBLEM KLASIK

Masalah klasik yang terjadi pada UKM dan pengusaha pemula adalah masalah pengelolaan keuangan usaha. Banyak pemilik usaha yang asal dalam mengelola keuangan usahanya, boleh dikatakan “semrawut”, berantakan bin kacau. Penggunaan uang yang tidak dikelola dengan benar dan rapi, akan membuat usaha atau bisnis tidak sehat. Misalnya dalam hal hutang dan piutang.

TIPS AGAR USAHA TETAP SEHAT

Berikut adalah tips agar usaha/bisnis tetap sehat, terkontrol dan efisien :

1. LAKUKAN PENCATATAN DENGAN DISIPLIN

Tips Usaha Sehat untuk UKM
Pencatatan Keuangan Usaha

Pencatan arus kas secara disiplin adalah KOENTJI. Efeknya adalah uang tidak akan bocor kemana-mana. Pisahkan antara uang pribadi dan uang modal usaha. Pemisahan ini berfungsi agar kita tidak asal pakai uang modal untuk keperluan pribadi.

Pencatatan keuangan bisa dilakukan secara manual, dan bisa juga dilakukan dengan sheet pada Excel. Saya yakin, rata-rata pemilik usaha sudah punya laptop di rumahnya. Ya, minimal sebuah personal computer.

2. TUMBUHLAH SECARA ORGANIK

Membangun bisnis secara organik (organic growth) adalah bisnis yang berjalan tanpa hutang. Organic growth baru menganjurkan hutang jika usaha sudah siap diduplikasi.

Fase memulai usaha dan membangun sistem masih sangat rawan jika berhutang. Seringkali pengusaha UKM yang mendapatkan kredit usaha jadi salah fokus. Dananya terpakai untuk mencicil mobil, rekreasi luar negeri/luar pulau, bayar pendidikan anak, bayar hutang lain-lain.

3. GAJILAH DIRI SENDIRI

Bila usaha sudah berkembang dan keuntungan lumayan, sisihkan profit tsb untuk menggaji diri anda sendiri. Kelihatannya lucu memang. Namun jangan disepelekan ya, karena ini akan berdampak pada semangat anda dalam mengelola usaha.

4. KELOLA USAHA SECARA MODERN

Jika usaha teman-teman bergerak dalam bidang perdagangan atau penjualan barang, strategi selanjutnya adalah mengelola toko tsb secara modern, jangan secara konvensional, karena rata-rata toko kelontong konvensional pusing di urusan piutang.

Karena faktor tetangga dekat, seringkali urusan hutang piutang digampangkan.

Kalau dikelola secara modern seperti minimarket. orang enggan/sungkan untuk berhutang dan kita pun tidak capek mengurusnya, karena bisa memperkerjakan karyawan.

Toko diotomasi penjualannya dengan aplikasi kasir / program toko.

Dengan aplikasi kasir atau program toko, penjualan barang, pembelian dan hutang piutang lebih terkontrol dan efisien.

Memang, investasi awal untuk pengadaan peralatan program kasir/toko cukup besar. Namun, berdasarkan pengalaman, kita akan mendapat KEUNTUNGAN berlipat-lipat dari sisi kemudahan dan kelancaran menjalankan usaha.

Keuntungannya adalah :

  • Hutang piutang terkontrol.
  • Bisa tahu laba penjualan harian, mingguan, bulanan.
  • Bisa tahu stok barang dan bisa melacak bila ada barang yang hilang dan rusak.
  • Bisa membuat laporan penjualan barang atau jasa.

PENUTUP

Semoga tips diatas bermanfaat untuk teman-teman yang ingin membuka usaha atau ingin membangun usaha secara sehat dengan merapikan usahanya agar tetap lancar, sehat & efiesien.

————————————————-

Pic credit : Photo by LinkedIn Sales Navigator on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *